Manajemen Pendidikan Berbasis Madrasah
Manajemen berbasis madrasah adalah suatu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan memberikan kewenangan kepada semua pihak yang ada di dalam madrasah untuk memberikan kontribusinya dengan tetap mengacu membuat kebijakan yang lebih bagus.
Manajemen Komponen-Komponen Madrasah
Berbagai usaha yang dilakukan meningkatkan kualifikasi guru, penyediaan dan perbaikan sarana/prasarana pendidikan serta peningkatan mutu manajemen madrasah. Namun, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang merata. Sebagian madrasah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu yang cukup menggembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan. Dari berbagai pengamatan dan analisis, ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata.
Pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.
Kedua, penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik, sehingga madrasah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi, yang kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi madrasah setempat.
Ketiga, peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim.
Manajemen berbasis madrasah akan sukses apabila semua komponen yang ada di madrasah diperhatikan dalam pengembangannya. Manajemen akan bisa diterapkan pada setiap komponen yang ada dalam madrasah. Kompenen tersebut adalah:
A. Manajemen Kurikulum dan Program Pengajaran
Kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, serta munculnya berbagai aliran pendidikan. Kurikulum sebagai bentuk pendidikan dan pengajaran yang senantiasa diimplementasikan di sekolah/madrasah dapat dibedakan atas dua bentuk, yaitu; kurikulum yang terdokumentasi (document curriculum) dan tanpa terdokumentasi (hidden curriculum)
B. Manajemen Tenaga Kependidikan
Keberhasilan pelaksanaan manajemen berbasis madrasah sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah.
Manajemen tenaga kependidikan mencakup:
1) Perencanaan pegawai.
2) Pengadaan pegawai.
3) Pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan.
4) Promosi dan mutasi.
5) Pemberhentian pegawai.
6) Kompensasi.
7) Penilaian pegawai.
C. Manajemen Kesiswaan
Manajemen kesiswaan merupakan salah satu bidang operasional panajemen berbasis madrasah. Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai masuk hingga tamat belajar. Untuk mewujudkan tujuan tersebut bidang manajemen kesiswaan sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan yaitu:
1) Penerimaan siswa baru
2) Kegiatan kemajuan belajar
3) Bimbingan dan pembinaan disiplin
D. Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Perlu dicatat bahwa pendidikan yang mahal tidaklah menguntungkan, tetapi pendidikan yang baik tidaklah murah. Meskipun selalu disarankan agar pemakaian yang selalu dihemat, kenyataan memang menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang baik memerlukan biaya yang lebih banyak. Dunia memerlukan pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan dana yang lebih besar.
Dana yang besar juga tidak menjanjikan pendidikan lebih berkualitas apabila tidak diatur penggunaannya sedemikian rupa. Dana yang sedikit untuk pendidikan memerlukan tambahan, tetapi dana yang banyak juga memerlukan aturan sehingga tepat sasaran. Dengan demikian, permasalahan dana di madrasah tidak hanya permasalahan sumber dana, tetapi juga pengelolaan dana itu sendiri.
E. Manajemen Sarana dan Prasarana
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal pada jalannya proses pendidikan. Kegiatan pengelolaan ini meliputi perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarisasi dan penghapusan serta penataan.
F. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Sekolah sebagai sistim sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar yaitu masyarakat. Oleh karena itu hubungan sekolah dengan masyarakat harus dibina dengan harmonis.
Dari hubungan yang harmonis itu terbentuklah hubungan saling pengertian antara madrasah, orang tua, masyarakat, dan lembaga-lembaga lain yang ada di masyarakat, termasuk dunia kerja. Selanjutnya terbentuk pula hubungan saling membantu antara madrasah dan masyarakat karena mengetahui manfaat, arti dan pentingnya peranan masing-masing. Tidak hanya berhenti sampai di sini melainkan terbentuk pula hubungan kerja sama yang erat antara madrasah dengan berbagai pihak yang ada di masyarakat dan merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di madrasah.
G. Manajemen Layanan Khusus
Manajemen layanan khusus meliputi manajemen perpustakaan, kesehatan dan keamanan sekolah. Manajemen komponen-komponen tersebut merupakan bagian penting dari Manajemen Berbasis Madrasah yang efektif dan efisien.
Komentar
Posting Komentar